Kumpulan Komunitas UMKM Kota Pekanbaru Bentuk AKUR, Tunjuk Arnita Sari Sebagai Ketuanya

Liputanperistiwa.com Pekanbaru – Dalam rangka memperkuat sinergi dan menyampaikan aspirasi UMKM se Provinsi Riau, menuju UMKM naik kelas dan memberi manfaat untuk semua, beberapa komunitas UMKM berkumpul dan bersatu membentuk Asosiasi Komunitas UMKM Riau (AKUR) bersilaturahmi dengan Pembina AKUR dan juga kandikat calon ketua AKUR, yang dilaksanakan di Hasanah Guest House, jalan Paus, Pekanbaru, Kamis (29/10/2026).

Hendry Munief selaku Pembina AKUR yang bersama-sama ditunjuk dari para komunitas-komunitas UMKM, merasa bangga dan haru atas semangat dari ibu-ibu dan bapak pelaku UMKM bersatu dan berkumpul untuk memajukan UMKM, sehingga bisa naik kelas, bermanfaat untuk semua dan bisa mensejahterakan perekonomian di Provinsi Riau pada umumnya dan Kota Pekanbaru khususnya.

Hendry Munief yang juga anggota dewan DPR RI, dapil Riau Satu di Komisi VII, yang membidangi beberapa bidang, salah satunya UMKM, siap untuk berkolaborasi dan membantu para UMKM-UMKM yang ada di Provinsi Riau.

“Dengan telah terbentuknya perkumpulan atau asosiasi ini, sebagai wadah untuk berkomunikasi dan bersilaturahmi sesama pelaku UMKM, kita siap membantu dan berkolaborasi dengan semua UMKM yang ada di Provinsi Riau untuk bisa naik kelas, meningkatkan kesejahteraan ekonomi seluruh pelaku UMKM serta anggotanya serta memberi manfaat untuk semuanya,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, untuk mencapai hal tersebut, kita akan mengklasifikasi seluruh anggota AKUR untuk memgetahui berada di kelas mana, berdasarkan ketentuan-ketentuan yang ada, diantaranya berdasarkan jumlah tenaga kerjanya, berdasarkan omzetnya, berdasarkan asetnya dan yang lainnya dengan menggunakan platform digital yang akan buat dengan pengurus AKUR yang paham dan bisa dibidang IT.

Adapun maksud dari mengklasifikasi tersebut, kita bisa mengadakan kegiatan-kegiatan berdasarkan kelasnya.

“Perumpaannya seperti sekolah, ada kelas 1 kelas 2 dan seterusnya. Dan UMKM ini, kita membagi 5 kelas, yaitu submikro, mikro, kecil, menengah dan besar,” ucap Hendry.

Kan tidak mungkin, kelas 1 mengacari atau menjadi mentor untuk kelas 2, kelas 3 dan seterusnya..

“Dan begitu juga sebalik, kelas 5 harus menjadi mentor dan memberi bimbingan kepada kelas 4, kelas 3 dan seterusnya, sehingga bisa sama-sama sukses, bisa sama-sama berhasil dan sama-sama naik kelas,” terang Hendry.

“Dan setelah kita dapatkan klasifikasi, baru kita bisa melakukan tahapan-tahapan selanjutnya berdasarkan kelasnya dengan menggandeng pihak-pihak terkait, seperti Kementerian UMKM, Pemprov Riau dan pihak terkait lainnya untuk memberikan atau mengadakan pelatihan, penyuluhan dan yang lainnya, sehingga UMKM kita bisa sama-sama naik kelas dan sukses,” pungkas Hendry.

“Terakhir, tidak lupa juga saya ucapkan selamat kepada Arnita Sari yang secara aklamasi menujuk menjadi ketua AKUR, semoga amanah dan bisa membawa perubahan, UMKM nya bisa naik kelas, meningkatkan kesejahteraan ekonomi pengurus, anggota dan bermanfaat untuk semua, aamiin,” tutup Hendry

Pada kesempatan yang sama, Arnita Sari yang ditunjuk sebagai ketua dari AKUR secara aklamasi, mengucapkan terima kasih atas kepercayaan bapak ibu para pelaku UMKM semua.

Sebenarnya, basic saya di dokter, bukan UMKM. Tapi saya akan coba berusaha bagaimana UMKM-UMKM ini bisa bangkit, naik kelas, sehingga bisa meningkatkan perekonomian kita semua,” ujar Arnita Sari yang pernah menjadi anggota dewan DPRD Provinsi Riau periode 2019-2024 tersebut.

“Untuk mencapai semua itu, mohon kiranya tunjuk ajar serta arahan dari Pembina dan juga kerjasamanya seluruh pengurus, sehingga apa yang menjadi target ataupun sasaran serta tujuan kita mendirikan asosiasi ini bisa tercapai,” ucap Arnita Sari dengan singkat.

Pada kesempatan yang sama juga, salah satu pelaku UMKM, dan juga salah satu orang yang memotori terbentuk perkumpulan ataupun asosiasi AKUR, Yetti Risna sangat merasa senang, bangga dan terharu, apa yang kami inginkan dan perjuangkan bersama kawan-kawan UMKM lainnya bisa terwujud.

Dimana tujuan utama kami semua membentuk wadah tersebut, untuk kita bisa berdiskusi, silaturahmi dan memecahkan masalah, mencari jalan keluar gimana UMKM-UMKM yang ada ini bisa naik kelas dan sejahtera ekonominya,” ungkap Bunda Yetti sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Bunda Yetti menceritakan awalnya, sangat berliku dan panjang serta jatuh bangun.

“Tapi, dengan berkat yakin kami semua, dan juga saran serta masukan dari Pembina, Pak Hendry Munief, akhirnya terbentuk juga wadah tersebut dengan nama AKUR (Asosiasi Komunitas UMKM Riau), yang diketuai oleh Ibu Arnita Sari,” ucap Bunda Yetti.

“Dan saat ini, komunitas UMKM yang sudah tergabung di AKUR sebanyak 36 komunitas,” terang Bunda Yetti. (Hendra)