LiputanPeristiwa.com Pekanbaru – Untuk meningkatkan kecintaan siswa kepada Al Quran, dengan cara membaca serta menghafal (hafis) Al Quran, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10 mengadakan Al Quran Camp selama sepuluh hari yang dilaksanakan sekolah, Selasa (4/4/2023).
“Adapun tujuan mengadakan Al Quran Camp ini adalah untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak kepada Al Quran, menjadikan anak-anak penghafal Al Quran. Penghafal Al Quran, tentu anak-anak tersebut berkarakter, apalagi era zaman sekarang ini kita tidak bisa merubah penyimpangan-penyimpangan melalui nasehat, apalagi dengan kekerasan, akan mental”, ungkap Abdul Gafar selaku Kepala Sekolah SMA 10 diruang kerjanya usai memimpin rapat dan mensurvai ruangan bersama orang tua wali murid yang anaknya ikut Al Quran Camp.
Makanya dengan ini kita mencoba merubah dan membina karakter anak-anak kita. Dan dibalik itu, secara akademiknya, lanjut Abdul Gafar, anak-anak penghafal Al Quran adalah anak-anak pintar-pintar semua, makanya itulah kita memulai membina dan mengarahkannya.
Pada kesempatan tersebut, Abdul Gafar sedikit menjelaskan bahwa ini merupakan bagian dari program rumah tahfis sekolah. Dimana program rumah tahfis dibagi 3 kelompok, mulai dari kelompok yang belum bisa baca Quran, baca Al Quran yang terbata-bata sampai yang sudah lancar hingga hafal.
“Jadi, yang sudah lancar hingga hafal inilah kita buka pendaftaran untuk Al Quran Camp, dan yang sudah mendaftar sebanyak 23 siswa yang akan dimulai pada hari Kamis (6/4) selama 10 hari kedepannya dengan target kita, minimal hafal 2 juz”, ujarnya.
Dari program Al Quran Camp ini, kita berharap kepada anak-anak untuk belajar bersungguh dan juga kepada orang tua untuk dapat mendoakan anak-anaknya agar semakin terbuka wawasan, lebih sungguh-sungguh menghafal Al Quran.
“Dengan demikian, semoga anak-anak kita penghafal Al Quran, lebih dari itu, semoga anak-anak kita semakin dekat dengan Al Quran, dan lebih dari itu lagi, semoga anak-anak kita menjadi Hafidz, Hafidzoh”, beber Abdul Gafar.
Bentuk keseriusan kita, kita mendatangkan guru-guru tahfiz, muhafidz dan muhafidzoh dari luar sekolah untuk mendampingi anak-anak”, pungkas Abdul Gafar yang juga Ketua PGRi Kota Pekanbaru tersebut. (Hendra)








