Ramadhan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru: Ibadah Diperkuat, Pengamanan Ditingkatkan di Tengah Overkapasitas

Liputanperistiwa.com Pekanbaru – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, melalui Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib) Heru Prabowo, menyampaikan bahwa selama bulan suci Ramadhan pihaknya meningkatkan berbagai layanan bagi warga binaan.

“Peningkatan tersebut mencakup aspek ibadah, kesehatan, pengamanan, hingga pelayanan makanan dan kunjungan keluarga,” ucapnya kepada awak media, Minggu (20/2/2026).

Peningkatan Layanan Ibadah

Bagi warga binaan Muslim, pelaksanaan ibadah selama Ramadhan ditingkatkan melalui sholat lima waktu berjamaah, sholat Tarawih dan Witir berjamaah, serta pembacaan Al-Qur’an setelah sholat Witir.

“Jadwal sudah kami atur dan dibagikan secara bergiliran per blok setiap harinya,” ujar Heru.

Pembinaan rohani juga melibatkan penceramah dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) yang secara rutin hadir memberikan tausiyah dan pendampingan keagamaan.

Jumlah Penghuni dan Kondisi Overkapasitas
Saat ini jumlah penghuni Lapas tercatat sebanyak 1.996 orang, sementara kapasitas ideal hanya berkisar 700 hingga 750 orang.

Dengan demikian, tingkat hunian telah mencapai hampir 300 persen dari kapasitas normal.

Dari sisi jenis perkara, kasus narkotika menjadi yang paling dominan, yakni sekitar 60 persen dari total warga binaan.

Pengamanan Diperketat

Mengantisipasi meningkatnya aktivitas selama Ramadhan, pihak Lapas melakukan koordinasi intensif dengan aparat penegak hukum, mulai dari Polsek, Polresta, Koramil hingga Kodim.

Setiap malam selama pelaksanaan sholat Tarawih, Lapas meminta bantuan personel TNI dan Polri guna memperkuat pengamanan.

Meski demikian, Heru mengakui adanya tantangan dari sisi jumlah petugas. Dalam satu regu penjagaan terdapat sekitar 14–15 petugas yang harus mengawasi ratusan warga binaan, dengan sistem pembagian empat regu secara bergantian.

Layanan Makan Selama Ramadhan

Untuk pelayanan makanan, pihak Lapas memastikan berjalan dengan baik. Selama Ramadhan terdapat tambahan takjil untuk berbuka puasa serta distribusi makan sahur yang dibagikan sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari langsung ke kamar warga binaan.

Distribusi makanan dibedakan antara warga binaan yang menjalankan ibadah puasa dan yang tidak.

Penyesuaian Jadwal Kunjungan

Selama bulan Ramadhan terdapat penyesuaian jadwal layanan kunjungan.

Kunjungan tatap muka dilaksanakan Senin hingga Kamis pada pukul 09.30–11.00 dan dilanjutkan pukul 13.00–14.00. Hari Jumat sampai Minggu tidak ada layanan kunjungan.

Kunjungan dilakukan berdasarkan sistem penjadwalan per blok, sehingga tidak seluruh blok menerima kunjungan pada hari yang sama.

Sementara itu, layanan penitipan takjil dibuka Senin hingga Sabtu pukul 15.30–17.00 dan berlaku untuk seluruh blok. Sistemnya hanya penitipan barang tanpa tatap muka.

Secara umum, jumlah kunjungan selama Ramadhan mengalami sedikit penurunan dibandingkan hari biasa.

Remisi Idul Fitri

Terkait remisi Idul Fitri, pihak Lapas mengusulkan nama-nama warga binaan yang memenuhi syarat kepada pusat melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Remisi khusus Idul Fitri diberikan kepada warga binaan beragama Islam, sementara warga binaan Nasrani memperoleh remisi khusus pada perayaan Natal.

Secara keseluruhan, pihak Lapas Kelas IIA Pekanbaru menyatakan terus berupaya menjaga keseimbangan antara pelayanan pembinaan, keamanan, serta pemenuhan hak warga binaan selama bulan suci Ramadhan, meskipun di tengah kondisi overkapasitas yang cukup signifikan.**