Liputanperistiwa.com Pekanbaru – Beberapa peristiwa kebakaran yang terjadi di Kota Pekanbaru belakangan ini, Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra meminta masyarakat Kita Pekanbaru untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran menyusul lonjakan kasus pada awal tahun 2026 kepada awak media, Jumat (6/3/2026).
“Dimana mayoritas peristiwa kebakaran yang terjadi dalam dua bulan terakhir merupakan kebakaran bangunan,” ujar Zarman.
Lebih lanjut Zarman mengatakan bahwa berdasarkan dari data yang tercatat, mencapai 41 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga akhir Februari 2026. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berjumlah 25 kejadian.
“Akibat serangkaian kejadian ini ada dua korban meninggal dunia dan dua korban mengalami luka,” tambah Zarman.
Ia menjelaskan, salah satu faktor utama pemicu kebakaran bangunan adalah arus pendek listrik. Karena itu, masyarakat diimbau memastikan seluruh peralatan listrik dalam kondisi aman, terutama saat hendak meninggalkan rumah.
“Ketika akan meninggalkan rumah, pastikan seluruh peralatan yang tersambung dengan listrik sudah dicabut, baik malam hari saat warga pergi taraweh di mesjid atau mushala maupun siang harinya,” tegasnya.
Selain itu, warga juga diminta memeriksa instalasi listrik secara berkala untuk memastikan tidak ada kabel atau sambungan yang berpotensi memicu percikan api. DPKP turut mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan di lingkungan permukiman.
“Kami mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari bahaya kebakaran,” imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan menyiagakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah guna mencegah api membesar sebelum petugas tiba di lokasi. (Hendra)










