Liputanperistiwa.com Bantayan Hilir – Rohil – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru kembali menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bersama Tokoh Masyarakat di Jalan Parit Datuk Dewa, Desa Bantayan Hilir Kabupaten Rokan Hilir, Senin (4/5/2026).
Dalm kegiatan tersebut, diisi dua nara sumber utama, yakni Kepala BBPOM di Pekanbaru Alex Sander dan Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Maharani yang dihadiri ibu-ibu rumah tangga dan bapak-bapak setempat, dimana bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pedesaan akan pentingnya memilih produk obat dan makanan yang aman untuk konsumsi keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BBPOM di Pekanbaru Alex Sander memaparkan Profil BBPOM di Pekanbaru. Ia menjelaskan bahwa kehadiran BBPOM bukan sekadar untuk melakukan pengawasan di pabrik besar, tetapi juga untuk melindungi masyarakat hingga ke pelosok desa.
“BBPOM adalah garda terdepan dalam memastikan produk yang bapak dan ibu beli di pasar atau kedai itu aman. Kami bertugas memastikan tidak ada bahan berbahaya seperti boraks, formalin, atau pewarna tekstil yang masuk ke dalam perut keluarga kita,” ujarnya di hadapan puluhan warga.
Sementara itu, dr. Maharani selaku Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, memberikan edukasi mengenai Keamanan Pangan.
Sebagai seorang praktisi kesehatan, dr. Maharani menekankan bahwa banyak penyakit tidak menular (seperti ginjal dan kanker) yang bermula dari pola makan dan pemilihan bahan pangan yang salah.
“Ibu-ibu adalah manajer dapur. Kesehatan suami dan anak-anak ada di tangan ibu-ibu saat belanja. Jangan tergiur harga murah atau warna yang terlalu mencolok. Kita harus jadi konsumen yang cerdas,” pesan dr. Maharani.
Warga Jalan Parit Datuk Dewa tampak sangat antusias mengikuti diskusi. Beberapa warga memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berkonsultasi mengenai cara membedakan ciri-ciri makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya hingga cara mengecek legalitas kosmetik yang banyak beredar di media sosial.
Kegiatan KIE TOMAS ini diakhiri dengan komitmen bersama antara tokoh masyarakat, pemerintah, dan warga untuk menjadikan Desa Bantaian Hilir sebagai desa yang sadar pangan aman. Dengan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan derajat kesehatan masyarakat di Riau, khususnya di daerah pedesaan, terus meningkat.** (rls)
