Kegiatan tatap muka ini menyasar kelompok masyarakat umum, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, orang tua pemilik balita, hingga para kader Posyandu dan PKK desa.
Kehadiran tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perangkat desa setempat mempertegas komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan desa yang sehat dan sadar pangan aman.
Pada kesempatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Ir. H. Sahidin menekankan bahwa perbaikan gizi dan kesehatan masyarakat harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga di tingkat dusun dan desa. Sinergi antara legislatif, lembaga teknis seperti BBPOM, dan masyarakat desa menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai stunting di Kabupaten Kampar.
Sementara itu, Kepala BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander memberikan pembekalan praktis mengenai cara memilih, mengolah, dan menyajikan pangan yang aman bagi keluarga agar terhindar dari Stunting.
“Kami mengajak warga untuk jeli melihat kelayakan produk konsumsi sehari-hari dengan menerapkan prinsip “Cek KLIK”—yaitu memastikan Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi obat dan makanan,” ujar Alex.
BBPOM mengingatkan bahwa pangan yang aman dan bebas dari bahan berbahaya merupakan pilar utama dalam pemenuhan gizi anak.
Suasana sosialisasi terasa hidup dan interaktif saat memasuki sesi tanya jawab dan kuis berhadiah. Puluhan warga Dusun 3 Desa Sumber Sari tampak berebut menjawab pertanyaan yang diberikan oleh narasumber.
Sebagian besar peserta mampu menjawab tantangan kuis dengan benar, yang menandakan bahwa materi edukasi yang disampaikan pada hari itu telah dipahami dengan sangat baik.
Melalui kegiatan kolaboratif ini, diharapkan Desa Sumber Sari, khususnya wilayah Tapung Hulu, dapat melangkah pasti menuju desa yang mandiri, sehat, cerdas, dan bebas stunting.** (rls/hendra)
